Hamba kecil yang bersembunyi diantara puisi.

Tampilkan postingan dengan label korona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label korona. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Juli 2021

(Puisi) Tiap Sudut Lorong IGD

 


Tiap Sudut Lorong IGD

Begitu matahari terlepas
Aku kelimpungan tiba di IGD.
Satpam menyodorkan kursi roda.
Padahal kaki ku kencang dan kuat.

Aku dibawa melewati lorong-lorong gelap.
Tut, tut, tut. Bukan suara kentut.
Seperti suara monitor ventilator di tiap lorong.

Tak ada yang duduk.
Semua terbaring hanya ditemani
suara hembusan O2.
Mendengkur adalah cara
mereka saling menyapa.

Dilorong berikutnya terlihat
jarik batik khas pekalongan menutupi seluruh
tubuh wanita mungil.
Pak Satpam tak acuh dan terus
mendorong ke lorong kamarku.

Sebelum melepas kursi roda.
Suara tangisan sangat keras
dan tersedu-sedu mengadu padaku.
"Suara tangisan apa itu pak Satpam?"
"Itu suara tangisan yang bisa mendekatkanmu pada Tuhan nak."

-Pkm Karang Kembang, 5 Juli 2021.
Share:

Senin, 13 April 2020

(Puisi) Lekas Membaik Bumi


LEKAS MEMBAIK BUMI
Oleh Benny Yazidul Umam

Hai bumi, aku tahu engkau sedang tidak baik-baik saja
ada bencana badai yang terurai menimpa
badai yang tak biasa
ia tidak menilik
tidak pula menilai
kaya, miskin, berpangkat tak akan diberi tanda
jagat raya dibuat menari oleh korona
menerpa imun dan jiwa bumi tercinta

Jangan resah! Jangan gagap!
Ia pasti akan lenyap
Ayo manusia saling menatap
Saatnya menjadi manusia yang manusia
Menutup pintu kebencian yang merajalela
Dan mulai membuka kepedulian dari sudut jendela

Segalanya akan berlalu pergi
Mari bersama mengikuti seruan kepala negeri
Agar jarak segera berhenti
Tetap tegar kalian manusia sejati
Kelak canda tawa akan dimulai
Bunga ditaman tidak lupa kita nikmati
Lekas membaik bumi
Lekas sembuh ibu pertiwi

Share:

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Unordered List

Theme Support